kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan

Lambang Daerahback to homepage

LAMBANG KABUPATEN BOGOR

Makna motif dan lambang daerah Kabupaten Bogor

1. Bagian Inti :
a. Kujang, jenis senjata tradisional masyarakat Sunda yang identik dengan keberanian dan keagungan Sunda di masa lampau. Kujang melambangkan keperwiraan yang berarti gambaran masyarakat Bogor yang memiliki sifat tak gentar dalam menegakkan kebenaran.
b. Pakujajar, merupakan lambang keteguhan yang selalu menjadi gema tradisi bagi kerajaan Pajajaran yang pernah berpusat di Bogor. Pakujajar ini melambangkan keteguhan dalam mempertahankan tradisi dengan segala kepribadiannya dan nilai-nilai positif sebagai wujud nyata melestarikan budaya bangsa.
c.  Harupat, yang berarti sagar/ruyung, sebagai gagang (perah) kujang merupakan perlambang keterikatan Kabupaten Bogor dengan sejarah asal-usul nama Bogor yang berarti Kawung. Harupat juga bermakna sesuatu yang kuat, kokoh, simbol kekokohan masya-rakat Bogor dalam mempertahankan jati diri.
d.  Anda (telur), yang di dalamnya terdapat Kujang, harupat, pakujajar dan warna putih melambangkan awal atau inti kehidupan yang ditandai oleh kesucian.

2. Bagian tengah:
a.  Puncak Gunung (Meru), pada bagian tengah menunjukkan Gunung Salak dan Gunung Pangrango yang secara geografis keduanya merupakan patok batas wilayah Kabupaten Bogor di sebelah selatan. Puncak Gunung melambangkan tujuan atau cita-cita yang tinggi. Dua puncak gunung yang berbeda tingginya menggambarkan anak tangga menuju tujuan atau cita¬cita.
b.  Aliran Sungai,     dua aliran sungai yang mengapit anda (telur)  melambangkan  Sungai Ciliwung dan Cisadane mengapit Bogor. Aliran sungai mempunyai makna filosofis yang melambangkan kesuburan. Sungai Ciliwung dan Cisadane memiliki arti yang strategis bagi pembangunan pertanian di Kabupaten Bogor.
c. Segitiga Samasisi, membingkai gunung dan sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat, bermakna keutamaan. Melambangkan bahwa kesuburan dan kekayaan alam harus diolah dan dimanfaatkan dengan landasan nilai-nilai keutamaan agar memperoleh kemaslahatan.

3. Bagian luar:
Lingkaran, melambangkan kesempurnaan. Artinya perjuangan hidup haruslah ditujukan kearah kesempurnaan lahir dan bathin tanpa cacat seperti lingkaran penuh yang merupakan proyeksi sebuah pola bumi tempat hidup manusia.
4. Makna warna:
a.  Hitam dan putih, keduanya melambangkan perjuangan hidup; Putih melambangkan kesucian, kebenaran dan kebersihan sedangkan hitam melambangkan kebathilan atau kesuraman.
b.  Kuning, merupakan warna emas, melambangkan kejayaan dan kebesaran.
c.  Hijau, digunakan sebagai warna dasar mengandung makna kesuburan. Bagi orang Sunda, hijau berarti subur.
d.  Biru, merupakan warna yang menimbulkan kesan keindahan, Seperti laut biru, gunung yang membiru. Karena itu biru melambangkan keindahan. Lambang ini bermakna bahwa Bogor sebagai daerah wisata alam memiliki keindahan alam yang mempesona.

5. Perisai:
a.  Tiga sudut dalam perisai melambangkan tiga komponen yang menentukan kesejahteraan umat di suatu kawasan / Negara yang disebut dengan “Trinangtung di Bumi” yaitu masyarakat, ulama, cendikiawan dan pemerintahan (Umaro).
b.  Tiga garis sisi membentuk perisai, melambangkan tiga hal yaitu iman, ilmu dan amal yang merupakan benteng kehidupan umat.
c.  Perisai yang bertuliskan motto juang “TEGAR BERIMAN” pada bagian bawahnya melambangkan tameng dan benteng yang mampu menjamin keamanan, ketentraman dan kenyamanan hidup lahir dan bathin berupa keimanan yang kuat terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

6.  Arti rangkaian kata:
a.  PRAYOGA TOHAGA SAYAGA, Prayoga berarti Utama, Tohaga berarti Kokoh dan kuat, Sayaga berarti sedia, siap siaga. Prayoga Tohaga Sayaga mengandung makna pendirian dan perjuangan masyarakat Kabupaten Bogor hendaknya selalu mengutamakan kekokohan, kuat pada pendirian dan perjuangannya serta selalu siap siaga  menghadapi berbagai tantangan dalam mencapai cita-cita, mewujudkan masyarakat adil dan makmur  berdasarkan Pancasila.
b.  KUTA UDAYA WANGSA, Kuta berarti Kota, Udaya berarti fajar, kebangkitan atau pembangkit, Wangsa berarti bangsa atau suku bangsa. Ketiga kata tersebut mengandung makna bahwa Kabupaten Bogor dengan dukungan masyarakatnya hendaklah menjadi pembangkit dan pusat kebangkitan bagi perjuangan pembangunan untuk memperoleh kemajuan dan kemakmuran bangsa.
c.  TEGAR BERIMAN, Akronim dari Tertib, Segar, Bersih, Indah, Mandiri, Aman dan Nyaman. Tegar Beriman menggambarkan kondisi masyarakat dan lingkungan alam daerah yang terbentuk oleh perilaku dan usaha masyarakatnya dengan landasan iman yang kokoh. Hal ini juga merupakan perwujudan dari Prayoga Tohaga Sayaga dan Kuta Udaya Wangsa. TEGAR BERIMAN merupakan motto juang Kabupaten Bogor yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 1995.

The meaning of the regional symbol of Bogor Regency
1. The Core part
a.  Kujang, a traditional Sundanese blade as a weapon expressing courage and bravery of the past. Kujang signifies the leadership which is the character of Bogor Regency people who are determined to enforce the law.
b.  Pakujajar, signifies the symbol of strong determination which become a traditional echo of the glory of Pajajaran Kingdom which once rule and centered in Bogor.
c.  Harupat, means the grips of a blade knife. This signifies the strong bonding of Bogor glorious history. Harupat also means strong and defensive.
d.  Anda (Egg), it’s symbolized that inside the Egg there are Kujang, Harupat, Pakujajar and the white colour symbolized the purity as the begging of life.

2. Middle part:
a.  Mountain Peak (Meru), on the centerpart of the symbol we can see the image symbolizing Mount Salak and Mount Pangrango which geographically become the borders of Bogor Regency in the southern part. Two mountain peaks with different attitude symbolized the ladder to achievement.
b.  The stream, an egg between two stream symbolized that Bogor Regency is located between two great rivers, Cisadane river and Ciliwung river . The stream signify the fertility , as Cisadane river and Ciliwung river has strategic signifance for the farming construction in Bogor Regency.
c.  Triangle which frames the mountains and stream means that the two resources which become the source of life of the people should be managed based on the principle of priority to the public welfare.

3. Outer part:
Circle, symbolized the perfection. It means that the struggle for life should be directed to the physical and non physical achievement as a whole.

4. Colour and their meanings
a.  Black and White, both colours symbolized the sacredness (white)  and wickedness.
b.  Yellow, the divine colour of gold, symbolized glory and  greatness.
c.  Green, the colour used as the symbol of fertile land of Bogor.
d.  Blue, symbolized the beautiful scenery of a mountain.

5. Shield:
a.  Three angles inside the shield symbolized the people prosperity in a state, the sundanese called it as “Trinangtung di Bumi” the three components are People, Religious Leader, Scientists and Government.
b.  Three lines forming a shield symbolized the three main values, Faith, Science and Charity as everybody shield in life.
c.  The shield written with motto “Tegar Beriman” symbolized the shield and fortress that will guarantee the peace and order in Bogor. Peacefull, safe and confortable life both physically and psychologically as the manifestation of strong belief to the supreme God.

6. The Meaning of he Motto
a .  Prayoga Tohaga Sayaga, Prayoga means Prime, Tohaga means Strong, Sayaga means Ready. Prayoga Tohaga Sayaga means that people’s determination and struggle should base on the principles that in gaining the inspiration people should be firm, strong and ready to face any challenges This is needed to realize the prosperous community based on the five principles as Pancasila.
b.  Kuta Udaya Wangsa, Kuta means City, Udaya means Dawn, arising or as a generator, Wangsa means tribe or a nation. Those three words means that by the people’s support, Bogor will act as a provocateur agent for its development to achieve the nation’s prosperity.
c.  Tegar Beriman, is an acronym of Tertib (order), Segar (fresh), Bersih (clean), Indah (beautiful), Mandiri (independent), Aman (secure) and Nyaman (comfort). Tegar Beriman is a condition where the people and its inhabitant live in harmony based on their good faith.

 

 
Jl. Raya Tegar Beriman, Cibinong – Jawa Barat
© 2012 Pemerintah Kabupaten Bogor All rights reserved.